AMERTA sempat bertandang ke kantor kami untuk berbincang mengenai album terbarunya, Nodus Tollens, pendewasaan mereka sebagai sekawanan musisi lintas genre, sampai misi mereka untuk menantang kotak-kotak genre dengan warna khas mereka sendiri.
Dalam submisi Open Column kali ini, Yudhistira menitikkan kembali bagaimana dibakarnya buku Catatan Najwa mengisyaratkan bahwa kita jauh dari kata "aman", hingga merefleksikannya ke kutipan Heinrich Heine yang menjadi semacam premonisi untuk hari ini: "Where they burn books, at the end they also burn people."
During Kolibri Rekords’ “ROCK N ROLL KNIGHT KLUB III,” we had a chat with the Thai indie rock band, VVAS, on candid topics ranging from their trigger in creative direction change, to a listen-through on several Indonesian jams.
In this Open Column submission, Gitasya Ananda Murti wrote a short story that tells of two inmates exploring the profound connections between belief and skepticism, and discovering that the lines separating faith and doubt are not as clear-cut as they once believed.
Jakarta Biennale kembali untuk iterasi terbarunya di 2024 dengan membawa tema "lumbung" dengan ketajaman kolektivitas komunitas. Meski begitu, terma "kolektif" di sini seperti terjebak dalam usahanya mendefinisikan kesatuan yang dimaksud.
Dalam submisi Open Column kali ini, Raffyanda Indrajaya merespons rilisan terbaru hara dan Frau, "Kabut Putih", lagu yang pernah dinyanyikan oleh Paduan Suara Dialita dan ditulis oleh salah seorang penyintas 1965 ketika sedang di Kamp Plantungan, Zubaidah Nungtjik A.R., sekaligus mencerminkan pesan dan nilai dalam lagu penuh harap tersebut terhadap segala yang bisa kita lihat dan rasakan di negeri ini.