Dalam submisi Open Column ini, Raffyanda Indrajaya mengingat bagaimana lagu-lagu Tigapagi mampu merangkum memori personalnya kala jauh dari rumah, sampai korban persekusi yang dibuat jauh dari rumah masing-masing—sejarah yang dirawat dalam Roekmana’s Repertoire dan Rukiah’s Suites.
In this Open Column submission, Aris Setyawan suggests a couple of points for attention, only if the Indonesian Music Conference wishes to translate their aspirations into tangible achievements.
Sebelum perayaan 15 tahun Laleilmanino bareng Plainsong Live, kami mengumpulkan beberapa musisi yang diproduseri oleh aliansi tiga sosok musik pop ini untuk bercerita mengenai segala dinamika dalam semesta Laleilmanino.
In this Open Column submission, Amira Khanifah lets out a critical reassessment on how several empowering vocabs might actually be wrongly utilized to serve patriarchal agendas instead.
Menuju hari-hari Jakarta Film Week 2025, kami menyempatkan untuk berbincang dengan Claresta Taufan, Festival Ambassador, mengenai geliat film Indonesia belakangan ini, hingga (tentu saja) sang festival.
Kali ini, Kinder Bloomen mengajak kami untuk membahas tentang eksplorasi lore mereka, psychedelic sebagai pemahaman hidup, sampai pendekatan musikal yang tak konvensional.