Di esai berjudul "Melampaui Pengarsipan", Ferri Ahrial bercerita tentang pengalamannya di sebuah kegiatan diskusi mengenai Arsip Jazz Indonesia di Kineruku. Melalui aktifitas tersebut, Ferri mengangkat topik pengarsipan dan pentingnya dokumentasi dalam mengenal sejarah dan melihat sebuah perkembangan. Melampaui Pengarsipan adalah esai terpilih dari submisi program Open Column.
In this article, Yanti Sastrawan takes a look at one of the most popular smartphone app in Jakarta, Instagram. Through observation of the metropolis' infrastructure and the youth's lifestyle, Yanti talks about how Instagram is used by the young Jakartans to portray their personal lives, the city they live in, and the latest trends.
Berdasarkan sebuah pernyataan oleh walikota Bandung, Idhar Resmadi menulis mengenai kondisi yang diperlukan untuk mengembangkan potensi budaya sebuah kota.
For his December Column, Alvi Ifthikhar lists and explains his favorite films of 2015. Take a look and find out why he believes these ten films should be on your 'to watch' lists if you haven't seen them already.
In her new series titled "Jakarta's Youth in Real Life," Yanti Sastrawan writes about her observations of Jakarta youth's social media habits. In her first essay, Yanti talks about how social media is a tool for many of Jakarta's youth to prove their existence and belonging in the greater social context, using their fascination with IKEA as an example.
Pada tulisan pertamanya di section column, Alvi Iftikhar bercerita mengenai film-film yang memiliki makna lebih baginya. Lebih dari kategori film bagus, film-film pilihannya adalah karya yang mampu menggugah bahkan melalui alur cerita sederhana. Mulai dari film karya Woody Allen, hingga Yasujiro Ozu, Alvi mengajak pembaca untuk tertawa dan juga merenung melalui lima film pilihan ini.