Industri musik memiliki pendekatan pemasaran yang bisa dibilang seragam, dan Sajama Cut mencoba untuk mendefinisikan kembali kemungkinan promosi melalui album terbaru mereka, Hobgoblin. Dalam artikel Column ini, Stanley Widianto menganalisa metode Sajama Cut dan bagaimana proses kolaboratifnya membawa pendekatan personal dalam suatu proses pemasaran.
Amna Kusumo memiliki karir yang panjang di dunia seni Indonesia. Setelah mengelola dan menghasilkan program-program budaya selama lebih dari 40 tahun, beliau melanjutkan kecintaannya dengan Kelola, sebuah organisasi yang beliau dirikan untuk membantu menciptakan peluang dan pengalaman bagi seniman dan praktisi-praktisi seni lain. Kami mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan Ibu Amna di kantor Kelola.
Portofolio adalah salah satu fitur terbaru pada section focus kami. Pada seri ini, kami berusaha untuk mendokumentasikan berbagai karakter dari studio desain yang ada di Indonesia dengan mengulas sekaligus mendisplay visi dan karya mereka. Visious studio menjadi bagian pertama dari seri ini.
A whole lot of mind-bending tunes in this episode of Stereo Strange, and we open with the great Sonny Rollins giving advice to you young musicians.
01. Excerpt (Sonny Rollins Advice for Young Musicians by Jazz Video Guy on Youtube)
02. Anat Cohen - Putty Boy Strut
03. Jeff Parker - Beanstalk
04. Charlie Hunter Trio - Come as You Are
05. Terry Slingbaum, Eldar Djangirov, Casey Benjamin, Troy Roberts - Water Games - Ravel Re-Imagined
06. Brandee Younger - Games
07. Joey Alexander - I Mean You
08. Kurt Rosenwinkel - Zhivago
09. Vijay Iyer Trio - Suite for Trayvon (and Thousands More) II. Falacies
10. The Claudia Quintet - Keramag
11. Jose James - Trouble
12. Jacky Terasson - Somebody That I Used to Know
13. Pat Metheny - (Go) Get It
Desain Grafis Indonesia dan firma kolaboratif Corse Design Factory bekerja sama dalam menyelenggarakan COLLECTED, sebuah eksibisi yang memamerkan karya desainer grafis Indonesia dari dalam dan luar negeri dalam bentuk sebuah buku. Acara ini mengundang para pekerja desain untuk mengirim karya mereka untuk berpartisipasi dalam buku ini. Batas akhir pengiriman berakhir pada 31 Oktober, jadi kalau Anda seorang desainer grafis baca instruksi di bawah dan kirimkan karya anda ke COLLECTED.
--
Desain Grafis Indonesia:
Desain Grafis Indonesia bersama Corse Design Factory mengundang segenap desainer grafis Indonesia untuk menunjukkan jati diri melalui karya terbaiknya. COLLECTED adalah sebuah proyek kolaborasi DGI bersama Corse Design Factory yang akan menjadi sebuah kompilasi profil para desainer grafis kontemporer Indonesia, baik yang bekerja di dalam maupun luar negeri.
Kami meyakini bahwa Indonesia memiliki begitu banyak talenta dalam desain grafis. Karenanya, COLLECTED hadir untuk menampilkan karya terbaik dari desainer grafis Indonesia dengan kurasi berskala internasional.
Melihat kembali ke khasanah budaya, topeng telah menjadi sebuah obyek artistik dengan daya tariknya tersendiri. Ia membiarkan penggunanya untuk mengalami sebuah identitas perantara seturut dengan citra topeng yang dikenakan. Meski demikian, setiap subyek di balik topeng selalu memiliki interpretasi individual yang takkan seragam hingga membangun citraan yang unik dan signifikan terhadap suatu karakter di balik topeng-topeng itu.
Sepanjang perjalanannya dalam usia yang masih terlampau muda dibandingkan negara-negara lain, para desainer Indonesia memiliki caranya tersendiri dalam membangun, mengalami, dan membentuk identitas dalam upaya pencarian jati diri sebagai desainer. Karenanya COLLECTED hadir dalam metafora topeng-topeng ini. Setiap desainer Indonesia mengenakan ‘topeng desain’-nya masing-masing yang telah secara organik berperan dalam membentuk rupa desain secara menyeluruh. Buku ini dimaksudkan untuk memanggil para individu di balik identitas topeng-topeng itu untuk menampilkan jati dirinya. COLLECTED menjadi sebuah artikulasi langkah untuk menemukan dan membentuk identitas yang kita sebut sebagai ‘desain grafis Indonesia’.
Kami percaya bahwa desain yang baik tak akan ditelan waktu, sehingga sepanjang perjalanannya, karya setiap desainer menjelma menjadi identitas dirinya. Karya-karya seperti itulah yang kami cari.
COLLECTED dibuka untuk para desainer grafis (individu) maupun studio desain (institusi) Indonesia. Silakan mengirimkan 5-15 proyek yang mendefinisikan Anda sebagai seorang desainer.
Kategori yang dapat disubmisi adalah sebagai berikut:
1. Branding (desain logo hingga rancangan branding secara menyeluruh)
2. Print Design (poster, materi promosi)
3. Books + Publications
4. Packaging
5. Website + Interactive Media
6. Motion Graphic
7. Signage + Spatial Design
1. Kompilasi karya setiap pendaftar dapat terdiri lebih dari 1 kategori.
2. Tidak ada pembatasan tahun produksi karya yang disubmisi.
3. Masing-masing karya yang disubmisi dapat disertakan deskripsi singkat karya maks. 20 kata.
4. Sertakan profil tentang diri/studio Anda dalam paragraf singkat (80-100 kata)
5. Kirimkan seluruh persyaratan submisi Anda dalam dokumen PDF beresolusi rendah dengan format penamaan: namadepan_namabelakang.pdf atau namastudio.pdf
6. Persyaratan submisi dikirimkan melalui email ke submission@dgi.or.id
7. Submisi kami terima selambatnya 31 Oktober 2015 pukul 23.59 WIB (11.59 PM UTC+7)
8. Karya yang lolos kurasi akan diinformasikan melalui email.
Sosok Sari Sartje yang identik sebagai vokalis band White Shoes & The Couples Company dan seniman beragam medium menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan kami mengenai perspektif dunia seni rupa, seni tarik suara, beserta dinamika kota Jakarta.