Canda
Photo by: Samuel Evander This episode of Loka Suara is titled “Delima” a selection of songs that has comedy vibe. Take a listen to the episode and do look for the band featured if you like what you hear.
Showing 365 results for words by:
Photo by: Samuel Evander This episode of Loka Suara is titled “Delima” a selection of songs that has comedy vibe. Take a listen to the episode and do look for the band featured if you like what you hear.
Berbagai field baru muncul seiring tren creativepreneurs yang berkembang. Dengan kemunculan bermacam bidang baru ini, berkembang pula kebutuhan-kebutuhan baru yang mengharuskan tiap individu untuk terus terhubung dan produktif. Inovasi Samsung melalui seri Samsung Galaxy Note 5 menjadi jawaban atas berbagai kebutuhan dari kaum creativepreneur tersebut. Artikel ini hasil kerja sama Samsung Galaxy Note 5 dengan Whiteboard Journal.
Tahun 2015 adalah tahun yang penting dalam kalender Hak Asasi Manusia di Indonesia. Tahun ini, telah 50 tahun sejak pembantaian besar-besaran pasca peristiwa G30S/PKI. Sayangnya, lima dasawarsa tersebut terlewat tanpa adanya keadilan yang jelas bagi para korban. Melalui tulisan ini, Muhammad Hilmi mengajak untuk melihat esensi Rekonsiliasi, bukan hanya bagi para korban, tapi juga untuk menentukan arah bagi masa depan bangsa.
Photo by: Samuel Evander This episode of Loka Suara is titled “Delima” a selection of songs that has laidback vibe. Take a listen to the episode and do look for the band featured if you like what you hear.
“Sebab kita bersukacita bukan karena memotong padi; kita bersukacita karena memotong padi yang kita tanam sendiri.” - Multatuli, Max Havelaar: Or the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company Dalam beberapa tahun terakhir, berkembang tendensi dimana sebuah produk dimaknai tak hanya dari hasil akhirnya, melainkan dilihat secara menyeluruh. Mulai dari awal mula barang mentah, kandungan, proses mengolah hingga presentasi penyajiannya. Semua dinilai setara esensinya. Budaya ini mengajak konsumen untuk memiliki pengetahuan yang lebih dalam proses konsumsi, tak hanya sekedar sistem menghabsikan nilai guna sebuah barang. Produk yang dikonsumsi diapresiasi pada setiap tataran dan tahapannya. Meja Makan #1: Saidjah & Adinda berada garis terdepan sebagai bagian dari budaya apresiasi ini. Diinisiasi oleh Kushandari Arfandewi dari Kelinci Tertidur, seri pertama Meja Makan adalah sebuah acara yang mengkombinasikan khasanah penganan nasional dengan elemen-elemen yang sebelumnya belum pernah dipertemukan sebelumnya dalam sebuah gelaran. Di dalamnya, digabungkan elemen desain dan seni yang kemudian dijalin rapi di atas tema sastrawi yang menjadi garis merah acara. Dengan bantuan dari Ruth Marbun dan Eugenio Hendro yang masing –masing mengerjakan aspek seni dan produk desain dari acara, kisah Saidjah & Adinda yang diambil dari potongan tulisan Max Havelaar dihidupkan kembali. Karya dari Ruth Marbun yang mengambil nukilan dari tulisan Max Havelaar menghiasi dinding dengan penataan tableware dan furniture oleh Eugenio Hendro. Tiga sesi menu yang disajikan mengambil inspirasi dari potongan narasi dari kisah hidup pasangan Saidjah & Adinda. Yang menarik, setiap menu diolah sedemikian rupa dari menu tradisional dengan twist yang membuat setiap hidangan menjadi semakin menarik. Penggunaan bahan baku yang secara spesial dipilih khusus dan diperkenalkan pada setiap tamu menambah kualitas tiga sesi sajian a la Kelinci Tertidur. Suasana Coworkinc sebagai setting tempat yang akrab dan hangat menjadi elemen tersendiri yang membuat spirit acara ini hidup. Ditambah dengan seleksi musik Indonesiana dari Mar Galo dan Udasjam, Meja Makan jelas sebuah acara yang akan ditunggu kelanjutannya.
Dalam esainya kali ini, Muhammad Hilmi menulis tentang pentingnya tur bagi pengembangan karir musik di era dimana semua berubah dalam waktu yang singkat.