Limapuluhdelapan
All about Charlie Parker!
Showing 365 results for words by:
All about Charlie Parker!
Dari Pinkshinyultrablast sampai Radiohead, Muhammad Hilmi meretrospeksi rilisan musik dari berbagai genre, dimulai dari Shoegaze, Hip Hop, hingga Hardcore. Baca bagaimana Danny Brown mencampurkan berbagai gaya musik ke dalam karyanya, dan bagaimana Leonard Cohen masih salah satu penulis lagu terbaik sampai era sekarang di dalam Column ini.
Malang adalah salah satu kota yang menetapkan barometer musik lokal. Di kota ini, sejarah musik rock lokal tumbuh dan berkembang, Malang adalah salah satu tempat dimana musik underground hidup dan dihidupi, dan belakangan mencuat kembali dengan keberagaman musik yang segar dan menarik. Whiteboard Journal berbincang bersama salah satu pegiat scene sekaligus pelaku sejarah musik di kota Malang, Samack mengenai sejarah, dikotomi daerah-pusat hingga potensi yang ada disana.
Setelah meraih pujian dan penghargaan di event Unknown Asia 2016 yang berlangsung di Osaka beberapa waktu lalu, delegasi Indonesia, Eko Bintang, Kendra Ahimsa, Natasha Gabriella Tontey, Kathrin Honesta, Radhinal Indra, Diela Maharanie, and Ruth Marbun merayakan sekaligus memamerkan karya mereka kepada publik lokal pada pameran yang bertajuk "Weekend Exhibition". Bertempat di Dia.Lo.Gue. Artspace, pameran ini akan dibuka pada Jum'at, 28 September 2016. Pameran akan berlangsung hingga 30 September 2016. -- Weekend Exhibition: with Eko Bintang, Kendra Ahimsa, Natasha Gabriella Tontey, Kathrin Honesta, Radhinal Indra, Diela Maharanie, and Ruth Marbun . Weekend Exhibition is initiated by Dia.Lo.Gue in order to extend and share the work of creators to broader audiences. Sharing knowledges through presentations, lecturers, workshops, performances. This first edition is focused on the seven Indonesia representatives at the latest UNKNOWN ASIA ART EXCHANGE 2016 Osaka. The participants are Eko Bintang, Kendra Ahimsa, Natasha Gabriella Tontey, Kathrin Honesta, Radhinal Indra, Diela Maharanie, and Ruth Marbun. Presenting the works that previously previewed last month in Herbis Hall Osaka. The opening exhibition will be held on Friday, 28 October 2016 on 18.00 PM. There might be a secret performance happen on this day too! In the following day Saturday, 29 October 2016 the artists will available in Dia.Lo.Gue to present their work in person. 28th October 2016 - Sunday 30th October 2016. Venue: Dia.Lo.Gue Artspace Jl. Kemang Selatan 99 a Jakarta 12730 Friday, October 28 2016 18.00 PM Opening Party and a secret performance Saturday, October 29 2016 11.00 - 20.00 PM During this session the artist will available to present their work in present. Also, there might be a secret performance on this day. 15.00 PM Artist Talk 17.00 PM Special performance by CRAYOLA EYES Sunday, October 30 2016 08.00 AM – 18.00 PM Last chance to see the artists' work. Should you require more informations please contact us to info@dialogueartspace.com See you at the #weekendexhibition at @dialogue_arts
Berisikan lagu-lagu bergenre punk/hardcore/metal.
Pada interview bersama whiteboard journal, Wok The Rock bercerita bahwa ia tengah mempersiapkan sebuah proyek rekaman bersama kelompok paduan suara Dialita yang terdiri dari penyintas peristiwa 65, dengan tujuan untuk memberikan nuansa baru pada art activism, juga untuk meluruskan sejarah dan mengabarkan kebenaran bagi generasi muda. Tak lama kemudian, album tersebut dirilis secara bebas unduh di yesnowave.com, dan langsung menjadi salah satu album yang paling dicari di situs tersebut. Melibatkan Leilani Hermiasih, Cholil Mahmud, hingga Sisir Tanah, album tersebut bisa dibilang merupakan salah satu album paling penting yang dirilis sejak milenium kedua. Untuk merayakan rilisan bersejarah ini, digelarlah sebuah acara bagi paduan suara ini untuk mementaskan lagu-lagu mereka. Bertempat di sebuah kampus di Jogja, tiket acara dikabarkan ludes dalam tempo singkat, membuktikan level apresiasi yang tinggi dari publik untuk karya yang monumental ini. Pada video post-event, terlihat bahwa acara berjalan dengan meriah nan khidmat. Adalah perasaan yang tak terbayar, bisa melihat wajah-wajah bahagia dari personil Dialita yang akhirnya bisa menampilkan apa yang mereka ciptakan di bawah tekanan di hadapan generasi muda. Mari membaca kisah dibalik proses rekaman dan pentas yang mengharu biru pada webzine Serunai sembari berharap suatu saat publik kota lain, termasuk Jakarta bisa ikut belajar sembari menyaksikan tawa bahagia dari personil Dialita.