Sejak pertama kali mendengar gubahan puisi "Buat Gadis Rasyid" dari Chairil Anwar yang diterjemahkan menjadi lagu yang indah oleh Galih di awal tahun 2000an, sulit untuk tidak tertarik dengan karya-karya lain bikinannya. Terasa ada nuansa grunge yang bersembunyi di balik serak tarikan suaranya, namun jelas jalan yang Galih ambil bukan untuk menjadi martir genre yang meneriakkan "grunge harga mati", ia memilih jalan yang lebih sunyi, namun memiliki jalan yang jauh lebih terang di hati. Alih-alih mengeksplorasi karakter suaranya yang seolah diimpor langsung dari Seattle, ia mendekatkan diri dengan tanah lahirnya, dan menyanyikan lagu tentang bumi yang menopang pijak kakinya.
Setelah merilis album Deugalih and Folks di tahun 2015, akhirnya ada karya baru dari Galih. Kali ini ia tampil sendiri bersama gitarnya menyanyikan lagu-lagu yang ada di kepalanya. Ini jelas adalah hal yang patut dirayakan, karena memang sejatinya, kualitas terbaik Galih ada di saat-saat seperti ini. Tulus dan jujur yang merupakan warna terbaik darinya bisa lebih terasa, dan dengan itu, indah sekali lagi ada.
Sebagai pembuka menuju album yang rencananya akan dirilis pada 22 April mendatang, Deugalih merilis satu lagu berjudul "Di Kampungku" yang mengingatkan pada lagu lagu Franky Sahilatua.
Simak lagunya berikut:
Proyek musik asal Yogyakarta, Sisir Tanah akan melakukan tur untuk 17 venue di berbagai kota berbarengan dengan peluncuran album perdana mereka Harus Berani. Berasal dari proyek solo Bagus Dwi Danto sejak 2010 lalu, nama Sisir Tanah kerap mengunjungi panggung-panggung dan kegiatan di beberapa kota. Sempat tampil dengan personil dan aransemen berbeda di setiap penampilan dan lagunya, kini mereka mengukuhkan bentuk.
Sisir Tanah terkenal memiliki kekuatan lirik berbahasa Indonesia dan bangunan musik folk yang kaya dengan banyak instrumen. Lagu-lagu mereka rencananya akan dirilis dalam format CD dan akan dipromosikan pada tur mereka tersebut.
Tur yang dipersembahkan oleh Kongsi Jahat Syndicate itu menggaet beberapa personil band Jogja lain semisal Faizal Rachman dari Answer Sheet dan Erson Padapiran dari Belkastrelka. Mereka akan melakukan tur dari tanggal 13 April hingga 4 Mei. Dimulai dari Jakarta dan berakhir di Jogjakarta.
Sejak 2010 lalu, Frontman Weezer, Rivers Cuomo bersama frontman Allister, Scott Murphy tergabung dalam sebuah proyek musik yang menulis semua lagunya dengan bahasa Jepang. Mereka merilis album pertamanya di tahun 2012 dengan nama ‘Scott & Rivers’ yang berisi 11 lagu original dan 1 lagu cover Kaela Kimura. Sempat dianggap sebagai proyek iseng untuk sekadar tampil mewarnai musik Pop Jepang, kini mereka akan kembali merilis album.
Album yang diberi judulニマイメ (Nimaime) akan dirilis terbatas di Jepang. Album ini berisi 12 lagu dan menggaet beberapa musisi Jepang seperti Uezu Kiyasaku dari grup musik pop-punk Mongol800. Sempat dipertemukan lewat Universal Music Group dan merilis albumnya lewat label itu, kini mereka merilisnya dengan Sony Music Japan.
Album kedua ini membuktikan mereka tidak sekadar tampil iseng menulis musik berbahasa Jepang. Dilatarbelakangi oleh ikatan masing-masing pada negeri sakura itu, proyek ini menjadi cerminan persembahan mereka untuk kultur musik populer Jepang yang apresiatif. Dua lagu teaser albumnya dapat didengarkan di laman Pitchfork berikut.
Elia Nurvista adalah seniman asal Yogyakarta yang banyak mengekplorasi tema makanan dalam karyanya. Whiteboard berbicara dengannya mengenai perempuan, komodifikasi dan apa yang hilang jika kita hanya melihat makanan sebagai praktek konsumsi.
Setelah merilis ulang album Starlit Carousel milik Frau di tahun 2015, Nirmana Records merilis album Greatest Pledge Articles dari grup musik punk asal Yogyakarta, DOM 65. Album yang sebelumnya telah dirilis tahun 2005 ini akan dirilis ulang menjadi 2 keping piringan hitam yang berisi 8 lagu original ditambah 3 lagu demo rekaman yang hampir terhapus keberadaannya. Rencananya album tersebut akan disebar dengan jumlah yang amat terbatas pada Records Store Day tanggal 22 April 2017.
Album Greatest Pledge Articles adalah warisan subkultur punk Jogja yang berharga. Dirilis 10 tahun lalu, album ini menyandingkan DOM 65 dengan nama-nama penting semisal Marjinal dan Homicide yang tengah mewarnai skena musik bawah tanah loakl. Ketika musik punk tradisional melakukan retrospeksi ke tahun ‘90 atau ‘80-an, DOM 65 memilih berkembang.
Musik punk yang DOM 65 sajikan mempertahankan muatan kritik pada taraf keseharian. Balutan lirik berbahasa Inggris yang fasih dengan metafora yang simbolis menjadikan slogan anti kemapanan yang biasa digaungkan subkultur punk dibalut dengan eksplorasi musik yang genap.
Nirmana Records
Wirosaban Barat no 3
Kelurahan Sorosutan Kecamatan Umbulharjo
Yogyakarta 55162
Telp +6285643009700
f: Nirmana Records
t: @nirmanarecs
i: @nirmanarecs
Episode Loka Suara kali ini berisikan lagu-lagu bergenre punk-rock, hardcore hingga metal yang dirilis di akhir 2016 dan awal 2017.
Tracklist:
01. Vague - Sajak Pucat Pasi
02. Rekah - Belajar Tenggelam
03. Take This Life - 08032014
04. Lose It All - Menyayat Lembah Lemuria
05. Hurt'em - Deceit/Patronage
06. Final Attack - Dear Life(feat. Yagi Jayagiri)
07. Piston - Titik Nol
08. Kelelawar Malam - Merapi
09. Berbahaya - Balada Berbahaya
10. Mooner - Ingkar