03.05.17

Filsafat Kiri bersama Martin Suryajaya

Martin Suryajaya adalah sosok yang banyak mendedah mengenai filsafat dalam tulisan-tulisannya. Whiteboard Journal berbincang bersama Martin mengenai filsafat, pemikiran kiri, hingga kritiknya pada sastra Indonesia.

02.05.17

Roman Underground Morfem

Morfem mungkin adalah band indie-rock paling militan dan paling produktif saat ini. Usianya belum terlalu panjang, namun telah banyak melebihi banyak band lama maupun band muda dalam hal rilisan. Di luar aktivitas rekamannya, Morfem juga giat dalam menciptakan inisiatif gigs bagi Morfem dan band indie rock lokal melalui acara rutin berjudul "Thursday Noise", dimana kegelisahan anak muda urban menyatu dengan bising musik dalam kafe-kafe kecil di sekitar Jakarta Selatan. Nuansa inilah yang kemudian diterjemahkan dalam videoklip "Roman Underground" yang juga muncul sekaligus sebagai single dari album "Dramaturgi Underground rilisan tahun 2016 lalu. Yang menarik pada video ini, Jimi Multhazam bersama Surya Adi dari Barde Films memilih penceritaan yang setia dengan lirik lagu tentang kisah kasih yang terjadi di gigs underground. Sebuah kisah yang sangat sederhana, namun juga sangat nyata di saat yang sama. 1xbet is the best in the world. Good odds, big bonuses, and most importantly - a very fast withdrawal of money to payment details!

01.05.17

Melihat Seni Bekerja

Bekerja sama dengan Go Ahead Challenge, Whiteboardjournal menilik rivalitas Beach Boys dengan Beatles, kisah komik DC, jalan memutar Picasso, hingga metode Hemmingway yang tak biasa. Tulisan ini mengulas tentang berbagai jalan menuju terciptanya karya dan membuka pintu-pintu kreativitas diantaranya.

26.04.17

Pameran Tunggal Nindityo Adipurnomo: ‘Unit Produksi Berita’

Nindityo Adipurnomo, pria yang lahir tahun 1961 di Semarang ini adalah alumni jurusan Seni Rupa Murni di STSRI (ASRI) Jogjakarta. Ia pernah memanjangkan studinya ke Amsterdam, Belanda pada tahun 1986 dan terlibat pada beberapa program residensi maupun lokakarya di berbagai tempat di Eropa. Dalam pameran tunggalnya kali ini, ia melibatkan 10 seniman yang bermukim di Jakarta yakni Jessica Soekidi, Jo Elaine, John Navid, Afi Shamara, Gregorius Supie, Michela Cavagna, Arimbi Nimpuno, Gianni Fajri, Vanessa Kalani Ong, dan Wiyu Wahono. Pameran ini merupakan sebuah bentuk apresiasi terhadap seni dan perhatian akan keterlibatan seniman sebagai masyarakat modern di antara rumitnya ibukota Jakarta. Turut juga memberi sambutan dan pengantar pada pameran, Aaron Seeto, Direktur Museum MACAN. Pembukaan Pameran Kamis, 27 April 2017 pukul 19:00 dia.lo.gue artspace Jl. Kemang Selatan 99A Periode Pameran 30 Maret - 16 April 2017 9.30 - 18.00

Loka Suara
25.04.17

Gula-Gula

Episode Loka Suara kali ini berisikan lagu-lagu bergenre indie pop dan indie rock yang menyegarkan sebagai penyambutan bagi musim panas yang segera datang. Tracklist: 01. Ardneks- Tender Blue 02. The Talkboy - No Blue 03. The Lousy Pop Group - The Ballad Of A Powerful Antagonist 04. Sunny Summer Day - In Summertime 05. Secret Meadow - Followed by The Voice 06. The Cottons - Yesterday Is Gone 07. The Ranjau - Jena Jenaka 08. Moonbeams - Coolibah '97 09. Morscode - Calm Down 10. The Porno - Hidden Language

21.04.17

Empat Lagu untuk Merayakan Panjang Akhir Pekan

Ada dua akhir pekan panjang yang akan datang di akhir April dan awal Mei ini. Momen-momen seperti ini adalah saat yang tepat untuk rehat sejenak dari aktivitas, sekaligus mendekatkan diri kembali pada keluarga dan kenyamanan yang sering terlupakan di antara keseharian. Berikut adalah beberapa musik pilihan yang bisa menemani saat-saat tersebut, beberapa di antaranya juga bisa didapatkan versi fisiknya di Records Store Day 2017. Tak ada yang lebih indah daripada suasana sore akhir pekan dengan musik menenangkan sembari mengingat kembali masa kecil yang menyenangkan. Melalui cover Simon Garfunkel ini, Monita Tahalea memberikan lebih dari itu. Digarap bersama Indra Perkasa dari Tomorrow People Ensemble, terjemahan lagu klasik “Sound of Silence” ini menunjukkan potensi sejati yang dimiliki Monita, yang semoga akan bisa lebih kentara di materinya yang akan datang. Jika ada yang menanyakan siapa yang bisa menjadi penerus Efek Rumah Kaca di masa yang akan datang, Moonbeams bisa menjadi salah satu kandidat terkuatnya. Muncul tanpa pretensi, dan dengan latar belakang yang cukup menarik (drummer Moonbeams juga bermain di unit powerviolence, Disfare), mereka menunjukkan potensi itu. “Coolibah ‘97” lagu terbaru mereka semakin menguatkan kesan tersebut, ada beberapa bagian yang mengingatkan pada lagu “Balerina”, dan yang menarik adalah Moonbeams tak literal dalam berkarya, di sana-sini, Moonbeams juga terasa seperti bentuk baru dari band indie lawas, Planetbumi. Dengan kombinasi menarik Efek Rumah Kaca dan Planetbumi, rasanya Bin Harlan, sosok indies yang menemukan Cholil dan kawan-kawan pasti bangga. Dengan sedemikian banyak pantai yang dimiliki Indonesia, entah kenapa belum terlalu banyak band yang menjelajahi ombak dari genre surf-pop/pop. The Mentawais adalah salah satu yang berani melakukannya dan menghasilkan bebunyian instrumental indah sebagai hasil akhirnya. Dan jika hasilnya semenarik ini, di suatu sudut sana, Ratu Pantai Selatan pasti menyepakatinya. Setelah rehat selama setahun, Ramayana Soul kembali untuk menyelesaikan hal-hal yang belum usai. Di pertamanya ini, psikedelia sekali lagi datang dengan balutan suasana yang sedikit lebih cerah, namun tetap kental dengan suasana spiritual. -- Materi dari Moonbeams (Leeds Records), The Mentawais (Hujan! Rekords), dan Ramayana Soul (Pas Pas Records) dirilis dalam bentuk fisik pada Records Store Day 22 April 2017 ini. Mari mengisi liburan dengan mengunjungi toko musik independen lokal terdekat!

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.