Pada column kali ini, Muhammad Hilmi menuliskan kegelisahannya mengenai pola di era modern yang mengesampingkan interaksi sosial antara individu yang tinggal di ruang hidup yang sama. Tentang bagaiamana individualitas bisa menjadi teror yang mengerikan, dan jarak yang mendekatkan, namun justru dimaknai sebagai jurang yang memisahkan.
Wahyu Aditya, akrab disapa Wadit adalah salah satu penggerak dunia animasi lokal. Bersama Hellomotion yang digagasnya, ia telah mendedikasikan diri untuk melahirkan talenta desain baru yang berkualitas. Whiteboard Journal berbincang dengannya mengenai pendidikan desain dan potensi animasi lokal untuk membuat karya ala Pixar atau Ghibli.
Mengunjungi salah satu titik terluar Indonesia bersama Iman Fattah yang terpilih menjadi bagian dari program Seniman Mengajar yang diinisiasi oleh Kementrian Pendidikan. Melihat bagaimana keadaan di tanah yang berbatasan langsung dengan Malaysia sembari berbagi sekaligus belajar tentang kebhinekaan bersama masyarakat lokal.
Naela Ali adalah seorang ilustrator yang cukup mencuri perhatian melalui dirilisnya Stories for Rainy Days, sebuah artbook yang berisi curahan hatinya. Karya Naela Ali dapat dikenal melalui gaya ilustrasinya yang naif namun terasa sangat personal. Dalam episode Gimme 5 kali ini, kami mengundang Naela untuk menuliskan 5 sumber inspirasi bagi dirinya.
Buku apa saja, baik fiksi maupun nonfiksi. Mulai dari novel, komik hingga artbook. Dengan banyak membaca jadi menambah pengetahuan saya dan membuat saya lebih peka terhadap hal-hal di sekitar saya.
Dari film, saya mengambil cerita atau kutipan quote yang menurut saya menarik untuk dijadikan ke dalam sebuah ilustrasi. Selain itu, pakaian, gaya dan warna dari film itu pun bisa saya tuangkan ke dalam ilustrasi. Setiap film memiliki karakter tersendiri.
Ketika mendengarkan lagu, saya mencoba menghayati dan terbawa suasana. Dari situ, apa yang saya tangkap dari lagu itu kemudian bisa memberikan saya inspirasi dalam berkarya. Seperti jika lagunya happy, saya akan menggambar sesuatu yang menyenangkan dan sebaliknya. Lirik lagu yang menarik perhatian saya pun bisa menjadi sumber inspirasi.
Dia adalah film director asal Jepang. Film-filmnya mostly tentang kehidupan sehari-hari keluarga di Jepang, yang lembut dan tidak banyak intrik. Menggambarkan situasi apa adanya, warna filmnya pun lembut dan hangat dan menggambarkan kejujuran. Film-film Hirokazu Koreeda memberi saya inspirasi untuk membuat ilustrasi yang hangat dan lembut, dan yang terpenting, apa adanya.
Cheesy as it may sounds. Tetapi saat berkarya, feeling mengambil peranan penting. Apa yang saya rasakan momen itu, kemudian menjadi inspirasi saya. Saat saya lagi sedih, atau pun senang (yang paling penting perasaan itu harus kuat), kemudian saya akan berkarya mengikuti saya feeling. Entah kenapa akan menjadi sangat mengalir.”
Muhammad Fahri adalah gitaris dari unit horror punk, “Kelalawar Malam”. Di panggung, ia dikenal dengan nama “Fahri Al-Maut” dimana ia bersama Kelalawar Malam menawarkan bangunan musik dengan ritme dan nuansa horror yang mencekam. Dalam episode Gimme 5 kali ini, kami mengundang Fahri untuk memilih lima album musik pilihannya.
Berat, agresif, sekaligus melodis. Lagu - lagu di album ini cocok dinyanyikan bersama sembari mengasah kapak perimbas dan menunggu serangan dari dusun tetangga.
Remission mungkin terdengar lebih laki - laki, tapi Crack the Skye membuat saya ingin mempelajari ilmu kebalnya Grigori Rasputin walaupun katanya itu hanya sebatas mitos.
Jangkauan vokal bagai orang kerasukan, instrumen yang tampak lebih pantas digunakan untuk berburu macan di pedalaman, dan pertunjukan yang lebih mirip ritual tolak bala ketimbang sekedar konser musik. Senyawa adalah sekte.
Lebih dari sekedar grup world music, Suarasama memainkan komposisi yang variatif, poliritmik, namun tetap terdengar natural. Album ini seketika membuat saya menjadi fanboy Irwansyah Harahap.
Adik saya yang pertama kali memperkenalkan saya pada Rabu. Debut album ini disertai dengan kemasan yang menarik. Besek berisi cakram padat dan perlengkapan sesajen sederhana. Putar album ini untuk menghadirkan Asu Baung dalam tidur mu.
Episode Loka Suara kali ini berisikan lagu-lagu indah yang menyentuh kalbu.
01. Chrisye - Kala Sang Surya Tenggelam
02. Sore - Aku
03. Suarasama - Sang Hyang Guru
04. Ramayana Soul - Terang
05. The Milo - Daun dan Ranting Menuju Surga
06. Tigapagi - Tangan Hampa dan Kaki Telanjang
07. Banda Neira - Sampai Jadi Debu (Menampilkan Gardika Gigih)
08. Bin Idris - Di Atas Perahu
09. Efek Rumah Kaca - Kuning