Loka Suara
17.10.17

Resah

Episode Loka Suara kali ini dibuat untuk mengabadikan geliat musik post-punk yang kembali menyeruak, mulai dari unit baru dari Jakarta, Surabaya, Malang hingga Medan. Tracklist: 01. Pelteras - Meranggas 02. Knurd Hamsun - Death By Piano 03. Closure - Slow Drive 04. The Porno - Hidden Language 05. Vengeance - Bleak Culture 06. Baragula - Cuaca 07. Strangeways - Strangeways 08. Ultraviolence - Hole 09. Pullo - Lonesome 10. Sommerhaar - Time An Ending

22.09.17

Gimme 5: Prabu Pramayougha

Sulit tidak menyebut nama Prabu Pramayougha saat membicarakan pop punk lokal. Melalui salah satu bandnya, Saturday Night Karaoke, ia menunjukkan bagaimana pop punk harusnya dimainkan: dengan penuh senang-senang. Beberapa waktu lalu, Saturday Night Karaoke memutuskan untuk menempatkan akhiran di perjalanannya, sebuah penutup yang manis setelah sejumlah album menawan, serta tur impian ke Jepang. Pada edisi Gimme 5 ini, kami mengundang Prabu untuk memilih lima lagu dari salah satu ikon pop punk, Descendents. Album "Milo Goes To College (MGTC)" emang rilisan yang paling bagus dari mereka menurut saya. Salah satu elemen di album ini adalah permainan bass dari Tony Lombardo (bassist pertama Descendents) yang super melodik (bahkan lebih nge- daripada gitarnya) dan hampir semua lagu di album ini diisi sama kelas wahid dari dia. Lagu ini contohnya. Semua personil seperti menghantam langsung karakter unik masing-masing instrumennya termasuk lirik kesal-tapi-sebenarnya-galau dari Bill Stevenson pas masih remaja di lagu ini sangat mematenkan posisi Descendents sebagai band punk yang (Cupu di bahasa Sunda) pada zamannya Di album "I Don`t Wanna Grow Up," mereka mulai main lebih nge-pop dibanding album MGTC plus keluarnya gitaris Frank Navetta - yang biasanya menulis dan main lagunya yang mulu - dari Descendents & masuknya Ray Cooper berpengaruh juga dalam musikalitas di album ini. Sebenarnya banyak kandidat lagu-lagu nge-pop di album ini, tapi "Christmas Vacation" benar-benar jadi pondasi awal lagu-lagu mid-tempo dengan progresi gitar yang agak miring tapi tetap nggak tuh! Album dengan materi edan dari mereka. Edan dalam artian beneran gila. Thrash, pop punk sampai experimental ada di satu album ini. Ada satu "lagu" isinya kentut semua. Di sini mereka mulai bikin lagu lebih humoris - yang sebenernya kebanyakan - dan malahan beberapa lagu yang makin nge-pop juga, seperti "Sour Grapes" atau "Get the Time," bahkan ada Beach Boys terselip satu buah. Tapi ya lagu ini sih yang paling berkesan. Gitar ke mana, bass ke mana, drum ke mana tapi tetap bagus! Album "ALL" kalo didengerin pas ALL (band setelah Descendents bubar di 1987, cuma ganti vokalis ) formasi awal pas Dave Smalley jadi vokalis rilis album "Allroy For Prez" malah terdengar jadi albumnya ALL. Masuknya Karl dengan Stephen banget ke musik Descendents yang sebelumnya agak sederhana, jadi tidak sederhana. gitar yang dan naik turun ke kunci mana mulai keliatan di album ini. Tapi ada 2 lagu yang berkesan buat saya, "Coolidge" dan "Pep Talk." Dua lagu itu masih ngasih kesan kalo Descendents masih band yang sama, yang masih ngepop. Cuma secara lirik & komposisi, "Coolidge" ini paling nempel. Kalo kamu pas sekolah ngerasa dijauhin karena jadi diri sendiri, (dan menurut orang-orang itu nggak banget) lagu ini buat kamu. Akhirnya Descendents masuk label juga di tahun 1996. Epitaph rilis album "Everything Sucks" yang sekaligus jadi momen reuni mereka setelah bubar sebelumnya. Materi di album ini mulai lebih "megah" secara komposisi juga lebih tenang dibanding "Enjoy" atau "ALL." Lagu "Sick-O-Me" ini malah bikin kangen lagu-lagu mereka di album-album sebelumnya. Cepat, nge-pop dan tentunya progresi yang agak : di album ini juga vokal Milo yang paling enak selama dia main di Descendents

Loka Suara
22.09.17

Haans

Episode Loka Suara ini merupakan tribut bagi salah satu gitaris penting di skena indie lokal, Andi "Hans" Sabarudin yang telah berkarya bersama beberapa unit krusial, mulai dari C'mon Lennon, The Upstairs, Efek Rumah Kaca hingga Seaside. Tracklist: 01. C'mon Lennon - Adiksi 02. The Upstairs - Apa Aku Ada di Mars atau Mereka Mengundang Orang Mars 03. BITE - Don't Light My Fire 04. Efek Rumah Kaca - Hijau 05. Blossom Diary - The Rain Is Always Have An Answer 06. Pandai Besi - Desember 07. Elenin - Technyancolor 08. Whistler Post - Closer 09. Seaside - In The Morning

11.09.17

Oscar Lolang dan Folk Americana

Mendengarkan ode dan kegelisahan Oscar Lolang yang ia nyanyikan di album pertamanya. Sembari memahami pandangannya mengenai folk lokal, hingga keinginannya berkolaborasi dengan Vira Talisa.

25.08.17

Protes Galih Melalui “Tanahku Tidak Dijual”

Menjadi politikal di jaman seperti sekarang ini adalah pilihan yang masuk akal. Di antara tarik menarik polar kiri dan kanan yang tak sehat, dan lahirnya kebijakan yang sering tak berpihak pada rakyat, kita memiliki kewajiban untuk setidaknya menyuarakan pendapat. Kewajiban ini pula disandang oleh seniman yang merupakan bagian dari masyarakat. Seniman dalam hal ini memiliki posisi unik, melalui karya mereka, kesadaran bisa dibangun dengan cara yang menyenangkan sekaligus menyentuh pada saat bersamaan. Tapi rasanya bagi Deu' Galih, pilihan untuk menyuarakan kegelisahan akan keadaan sosial lebih dari pertimbangan akal. Ada kejujuran pada nada dan kata yang ditulis Galih melalui musiknya. Bukan reaksioner, bukan pula demi alasan trendi ia bernyanyi. Album "Tanahku Tidak Dijual" adalah pembuktian mengenai hal ini. Lagu-lagunya mendekatkan kita pada realita yang sering tak seindah bayangan yang ada di kepala, bahwa ada saudara kita yang jauh lebih menderita daripada kita yang dengan mudah berkeluh saat terjebak kemacetan di jalan. Di Kendeng hingga Papua, perjuangan masyarakatnya jauh lebih berat, dimana mereka harus berjuang melawan kebijakan pincang untuk mempertahankan tanah dimana mereka dilahirkan. Inilah yang kemudian divisualkan melalui "Tanahku Tidak Dijual" yang berperan sebagai single kedua dari album. Sebuah pengingat kembali dari Galih, bahwa folk tak melulu berarti nyanyian tentang riang dan sendu senja. Bahwa nyanyian model ini juga memiliki kemampuan untuk menjadi cara yang paling tepat untuk membahas mengenai manusia dan lingkungan yang ada di sekitarnya. Betapapun pahit kisah yang ada di sana.

Loka Suara
22.08.17

Malang

Episode Loka Suara kali ini berisikan lagu-lagu yang memamerkan kualitas generasi baru di Malang - Jawa Timur. Mulai dari indie-pop hingga post punk yang menawan. 01. Beeswax - The Loaded Ashtray 02. Dizzyhead - Shiver 03. The Breakfast Club - Distance 04. Closure - Mindful 05. Ultraviolence - No 06. Whitenoir - Sub District 07. Write The Future - Write You Off 08. Intenna - Go Right 09. Welter on Cinema - String and Chair 10. Minor Dialogue - Alleviating

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.