Cerita dari Hari Pertama Kami di SXSW 2018
Ini adalah hari pertama kami di SXSW, dan sejak pertama festival ini memukau dengan konten yang kami nikmati. Mulai dari sajian dari panggung, konferensi hingga special events, semua memancing inspirasi.
Showing 365 results for words by:
Ini adalah hari pertama kami di SXSW, dan sejak pertama festival ini memukau dengan konten yang kami nikmati. Mulai dari sajian dari panggung, konferensi hingga special events, semua memancing inspirasi.
Berikut adalah 6 fresh music video pilihan yang bisa di saksikan di awal tahun ini.
MRC Riddims is the DJ/production team of Alap Now and Merc Yes from Harlem, NY. Alap Now, better known as the Oktopus was a founding member and producer of the groundbreaking noise/hip-hop group dalek. Merc Yes has a history on the experimental side of several genres. They performed alongside an incredible batch of artists, amongst them De La Soul, KRS-One, The Roots, Massive Attack, Kraftwerk, and Flying Lotus. Whiteboard Journal has the opportunity to stream the single from their album.
Bin Harlan Boer adalah sosok yang penting di skena musik Jakarta, ia sempat menjadi keyboardist The Upstairs, bernyanyi di C'mon Lennon juga menjadi manager sekaligus produser album awal Efek Rumah Kaca. Namun karakternya benar-benar hidup pada karya-karya solonya. Berikut adalah exclusive stream sekaligus obrolan kami tentang album terbarunya.
Episode Loka Suara kali ini berisi beberapa lagu hip-hop lokal, mulai dari kolaborasi Dipha Barus, sensasi Brian (alias baru Rich Chigga), instrumentasi Dangerdope hingga hip-hop Papua. Selamat menikmati! 01. Dangerdope - Dangermonk (Muka) 02. Maverick - Opinion 1 03. Yosugi - Hookie Hookie (ft Kidd Santhe) 04. Ramengvrl - I'm Da Man (prod. Dexfa) 05. LA Nation - April MOB 06. Dipha Barus - You Decide (feat. Ramengvrl, Matter Mos, A. Nayaka) 07. Sypdee Matter - Ow Yeah (prod. by Spydee) 08. Senartogok - Jejak Yang Menolak Jadi Jarak 09. A Nayaka - Driving New Beginnings 10. Brian - See Me
Kami berbincang dengan musisi, penulis, hingga beberapa kepala yang pernah menjadi bagian dari ruang redaksi juga penikmat tulisan majalah Rolling Stone Indonesia untuk mengenang perjalanan mereka.