Art
26.10.17

Jakarta Biennale 2017

Jakarta Biennale akan kembali diadakan pada November mendatang dengan tema yang lebih ekstensif, yaitu “Jiwa.” Jiwa adalah daya hidup, energi, semangat, dan dorongan hakiki yang menjadi pendorong di balik setiap hasil karya, entah karya lukis, tari, performance, atau bahkan karya nir-rupa sekalipun.

26.10.17

Ekspresi Desainer Terkini

Setiap desainer memiliki kekhasan gaya serta gagasan segar yang dapat memberi kontribusi pada perkembangan desain grafis Indonesia. Generasi muda terutama, merupakan representasi terkini dari perkembangan itu. Berikut adalah 4 desainer grafis muda yang kini berada di radar desain grafis kita.

Fashion
25.10.17

Widely Project’s Art Space

Salah satu concept store asal Bandung, Widely Project, berencana membuka sebuah art space pada akhir bulan Oktober 2017.

25.10.17

Different Sides of Afrobeat with Afrikan Boy

Originally came from Nigeria, Afrikan Boy is one of UK’s emerging and independent artist that has been consistently working in the music industry for more than 10 years. Through his music, he’s able to speak up about his personal life up to social issues. During Archipelago Festival, we had the opportunity to chat with him about his creative inspirations, grime music, and the role of the internet in the success of his career.

24.10.17

Age of Hope

Bienalle Jogja akan kembali lagi pada tanggal 28 Oktober hingga 3 Desember mendatang dengan instalasi ke-14. Acara kesenian akbar ini akan menjadi edisi ke-4 dari Equator, sebuah gagasan perjalanan mengitari bumi dalam waktu 10 tahun yang berawal dari Yogyakarta, Indonesia. Tema besar yang digarap tahun ini adalah “Age of Hope” yang dengan pintar menutupi kalimat utuh “Stage of Hopelessness.” “Age of Hope” sendiri terinspirasi dari “Live Uncertainty,” tema besar pemberhentian terakhir yang dipijakkan oleh tim Bienalle Jogja pada tahun 2016 lalu, yaitu San Paulo Bienalle yang ke-32 di Brazil. Sedangkan “Live Uncertainty” membahas persoalan politik ekonomi yang tidak stabil dari pergantian kekuasaan di Brazil yang terjadi pada tahun sebelumnya dan juga mengetengahkan persoalan ekologi sebagai pangkal persoalannya. Biennale Jogja XIV Equator #4 mempunyai harapan bisa menjawab persoalan ketidakpastian hidup yang telah membuat kita tidak berani untuk berharap karena kenyataan yang semakin sulit untuk dipahami. Akan ada 9 repertoar yang terdiri dari tiga bagian, “Organizing Chaos” sebagai tema untuk Festival Equator, “Age of Hope” sebagai tema besar untuk untuk Main Exhibition dan Parallel Events, dan “Managing Hope” sebagai tema untuk Biennale Forum. Acara utama nya akan diadakan pada tanggal 2 November hingga 10 Desember dan akan menjelaskan tujuh gagasan narasi yaitu Penyangkalan atas Kenyataan, Kemarahan pada Keadaan, Keputusasaan atas Kehilangan, Kepasrahan dalam Ketiadaan, Penghiburan atas Kehilangan, Kesadaran pada Keadaan, dan Penerimaan atas Kenyataan. Selain akan dihadiri oleh karya 27 artis Indonesia, 12 artis Brazil juga akan membagi karya-karyanya seperti Tiago Mata Machado, Clara Ianni, Daniel Lie, dan Deyson Gilbert.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.