29.06.16

Where the Locals Go in Melbourne

Melihat sudut seru di Melbourne untuk dinikmati layaknya penduduk lokal menjadi sebuah agenda menyenangkan di kala liburan saat musim panas. Mulai dari cafe, bar, toko musik, sampai tempat belanja yang unik bisa membuat pengalaman berlibur di Melbourne terasa lebih abadi dalam ingatan. Artikel ini disponsori oleh Wego, situs travel yang menawarkan harga terbaik untuk hotel dan tiket pesawat yang akan melengkapi rencana perjalanan Anda.

27.06.16

Amorous Days in Sydney

Menilik kecantikan tersembunyi dari kota Sydney yang menjadi pusat subkultur di Australia, kota ini menjadi tujuan menarik bagi mereka yang ingin menikmati nuansa baru di saat Ramadan, lengkap dengan pilihan makanan halal dan vegan. Artikel ini disponsori oleh Wego, situs travel yang menawarkan harga terbaik untuk hotel dan tiket pesawat yang akan melengkapi rencana perjalanan Anda.

22.06.16

Visual Eksperimental bersama Paul Agusta

Paul Agusta adalah seorang filmmaker, pengajar dan kritikus film yang telah menghasilkan beberapa film dengan karakter penceritaaan yang kuat. Whiteboard Journal berkesempatan berbincang dengan Paul Agusta mengenai kepentingan cerita dalam sebuah film hingga fetish di perfilman lokal.

13.06.16

Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi

Setelah sekian lama menggodok novel yang telah membuatnya hilang dari peredaran, Yusi Avianto Pareanom merilis Raden Mandasia Si Pencuri Daging di bulan Maret lalu. Sontak banyak respons menarik mengenai dongeng yang ia angkat dengan humor ironis membuat pembacanya meringis kegirangan.

Column
10.06.16

Perempuan dan Hasrat

Pada essay-nya kali ini, Febrina Anindita mencoba untuk memahami hasrat pada perempuan yang seringkali terbentur akan nilai-nilai sosial yang menjadikan kepuasan atau kenikmatan menjadi momok. Ia merasa, relasi antarmanusia justru terbentuk atas relasi seksual yang mengharuskan manusia mencapai kenikmatan untuk keberlangsungan hidup.

08.06.16

ERK x Cut and Rescue untuk Video Klip “Biru”

Musik menjadi salah satu alat untuk membuat seseorang menemukan dirinya yang terdalam. Bernafaskan beberapa elemen yang membangun sebuah musik menjadi sebuah suguhan manusiawi lengkap dengan rasa dan karsa, mereka yang lihai dalam bermusik memiliki sensibilitas yang tinggi. Adalah Efek Rumah Kaca (ERK), sebuah unit lokal yang perlahan menjadi penggerak batin dan aksi publik dalam beberapa tahun ini melalui lirik kuat dan vokal lirih akan situasi Indonesia. Setelah merilis album terbarunya “Sinestesia” beberapa bulan lalu, Cholil dan kawan-kawan sekali lagi membawa musik merakyat dengan mengajak kontribusi publik dalam memproduksi sebuah visual untuk melengkapi salah satu lagu dalam album tersebut, yaitu “Biru.” Di sini, ERK bekerja sama dengan kolektif berbasis di Jakarta, Cut and Rescue yang dikenal sporadis dan eksperimental dalam mengolah ide menjadi karya seni menggunakan perspektif modern akan konsep audiovisual. Lintas medium menjadi poin yang ditekankan dalam proyek ini. Publik diminta untuk memberikan sebuah interpretasi personal akan musik yang telah diciptakan ERK ke dalam bentuk video dengan konsep bebas dan seliar mungkin. Video bisa merupakan interpretasi tentang warna biru atau tentang dua bagian lagu “Biru” (Pasar Bisa Diciptakan, Cipta Bisa Dipasarkan). Dengan memberi batas waktu unggahan video sampai tanggal 30 Juni 2016, siapapun dapat berpartisipasi dalam projek klip video ini dengan cara mengunggah video berdurasi 5 hingga 15 detik di Instagram dengan menggunakan tagar ‪#‎klipERKbiru ‪#‎erkXcutandrescue atau mengirimkan file video tersebut ke .

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.