Fungsi perhiasan yang kini beralih dari bentuk investasi menuju adornment membuat bisnis perhiasan berkembang dari segi konsep hingga material yang dipakai. From Tiny Islands menjadi salah satu brand lokal yang menawarkan relasi dan emotional attachment lewat desain perhiasan yang mereka buat. Whiteboard Journal berkesempatan untuk menemui salah satu penemunya, Jane Lukman untuk membahas cerita di balik perhiasan.
Mengunjungi Hobart dan melihat perkembangan seni yang kini semakin kontemporer melalui tur sejarah seni. Artikel ini disponsori oleh Wego, situs travel yang menawarkan harga terbaik untuk hotel dan tiket pesawat yang akan melengkapi rencana perjalanan Anda.
Setelah sebelumnya tertunda oleh cuaca, DEKADENZ dipastikan kembali hadir akhir bulan September ini. Dalam waktu singkat, kolektif yang terbentuk atas inisiatif beberapa musisi dan ini telah berkembang dan terkenal sebagai sebuah acara musik yang mewadahi band dan DJ untuk berkesperimen dalam mengolah musik dengan .
Bulan ini, DEKADENZ kembali membawa mix EBM padat dari Jonathan “Ojon” Kusuma yang dikenal sebagai DJ, musisi hingga produser yang telah masuk dalam beberapa dunia, seperti I'm a Cliche (Paris), Cocktail D’Amore (Berlin), Ene (Japan), Correspondant (Paris) dan Neine Records (UK). Lalu ada Aditya Permana produser unit Agrikulture yang kini dikenal sebagai Music Director dan resident DJ di Lucy In The Sky dan Bauhaus 1933. Menemani kedua orang tersebut, ada Ridwan Susanto, salah satu penemu kolektif musik Quirk it! yang tergabung dalam label Electrogusto Music di California.
Selain mereka bertiga yang merupakan garda utama dalam skena musik house dan elektronik di Jakarta, Sunmantra didaulat menjadi tamu istimewa. Unit berisi dua orang ini berani merepresentasikan musik techno dengan bebunyian sehingga membuat single pertamanya, “Silver Ray” diyakini akan membuat orang-orang bergoyang di DEKADENZ.
-
Sabtu, 24 September 2016
21:00 - 04:00
FJ on 7 / Gedung The Colony Kemang
Detail: dekadenznow@gmail.com
Melihat fashion sebagai bentuk respon dari sebuah momen, desainer Felicia Budi yang dikenal lewat brand fbudi, menjadikan tiap baju yang ia buat sebagai medium untuk mengembangkan diri. Whiteboard Journal berkesempatan untuk menemuinya di studio dan berbincang membahas eksplorasi dalam fashion serta concern-nya terhadap sustainable fashion di Indonesia.
Melihat esensi peta fisik di era digital bersama Pertigaan Map. Berisikan informasi penting yang dibagi menjadi tiga area, karya Anitha Silvia dan Celcea Tifani mengajak publik untuk mengenal lebih dekat Kota Surabaya beserta segala kehangatannya.
Sebagai Creative Director dari brand lokal IKYK, Anandia Putri membuat koleksi pakaian yang didasari dari kebutuhan pribadi, lalu berkembang menjadi sebuah brand fashion yang telah membawa namanya ke berbagai negara. Whiteboard Journal berkesempatan berbincang untuk membahas Islamic fashion dan tren tahun 70-an yang menjadi inspirasi baginya.