28.09.16

Seni dan Refleksi Kehidupan bersama Slamet Rahardjo

Slamet Rahardjo adalah salah satu tokoh senior di perfilman Indonesia. 30 Tahun lebih beliau mendedikasikan aktivitasnya di seni peran lokal, dan dari perjalanannya tersebut telah lahir beberapa film yang monumental, seperti Tjoet Nja' Dhien hingga Badai Pasti Berlalu. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal berbincang dengan Slamet Rahardjo tentang aktivitasnya, teater dan hubungan sastra dengan seni peran.

27.09.16

Warna-Warni Kreativitas Terkini

Selalu ada yang baru di dunia seni, dan dengan itu bermunculan pula karya baru yang unik. Beberapa di antaranya mencuat dengan keberanian untuk menjawab tantangan kreatif. Berikut adalah beberapa nama yang patut disorot berkat pendekatan karyanya masing-masing.

26.09.16

Dentum Dansa Bawah Tanah

Berawal dari kecintaan terhadap musik dan keinginan untuk mendokumentasikan skena musik elektronik di Jakarta, Pepaya Records sempat menulis artikel retrospektif musik elektronik di Jakarta pada tahun 2014 lalu. Melihat animo pengunjung yang mulai tertarik dengan musik elektronik, Pepaya Records mencoba untuk menindaklanjuti tulisan tersebut ke dalam format kompilasi. Dengan mengkurasi beberapa unit musik lokal sejak akhir 2015, sebuah album berjudul Dentum Dansa Bawah Tanah siap merangkum seluk beluk musik elektronik dengan beragam warna. Bekerja sama dengan Studiorama, terdapat 14 unit musik yang sebagian besar merupakan DJ/Produser di skena musik elektronik di Jakarta. Unit-unit musik tersebut adalah REI, Basement House, Harvy Abdurachman, Django, whoosah, Android 18, Duck Dive, Swarsaktya, Future Collective, Maverick & Moustapha Spliff, Sattle, Sunmantra, Baldi, dan John van der Mijl. Dalam kurasinya, Pepaya Records memandang bahwa unit-unit tersebut memiliki potensi untuk merepresentasikan era baru musik elektronik yang relevan dengan situasi saat ini. Dalam upaya menyempurnakan proyek ini, beberapa kolektif independen lokal juga ikut membantu, antara lain Bluesville yang dikenal sebagai label fashion pria yang sekaligus terinspirasi oleh kebudayaan tradisional Indonesia. Selain kolektif yang membantu memoles proyek ini, desain album ini juga dikerjakan secara kolaboratif antara Moses Sihombing (fotografer) dan Ratta Bill (desainer grafis). Dentum Dansa Bawah Tanah juga akan menyertakan serta yang ditulis oleh Merdi Simanjuntak (DJ, pengarsip musik, dan ) dan Dipha Barus (DJ, produser, personil Agrikulture). Eksklusivitas yang ditawarkan dapat dilihat dari beberapa nomor yang diproduksi khusus untuk disertakan dalam album ini. Terekam dalam bentuk kaset dengan jumlah terbatas, kompilasi ini akan dirilis bertepatan dengan gelaran Cassette Store Day Indonesia pada tanggal 8 Oktober 2016. Selain kaset, rencananya, proyek Dentum Dansa Bawah Tanah juga akan diselenggarakan dalam bentuk , perilisan produk/ bentuk lain, dan penayangan pada akhir tahun 2016 melalui kerja sama dengan unit independen lainnya, antara lain adalah Anggun Priambodo, Edwin (Babibuta Film), Adythia Utama, dan Dana Putra (Gundala Pictures).

26.09.16

Salihara International Performing-arts Festival 2016

Sebelumnya dikenal dengan Festival Salihara yang telah berlangsung 5 kali sejak pertama diperkenalkan pada tahun 2008, kini berganti nama menjadi Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest), festival seni yang layak ditunggu. Dengan mengganti nama menjadi SIPFest, gelaran ini diharapkan dapat mendulang sukses lebih besar dalam segi penonton serta variasi yang ditawarkan. Bekerja sama dengan Goethe-Institut, Japan Foundation-Asia Center, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Kedutaan Besar Austria dan Kedutaan Besar Denmark serta didukung oleh Bekraf, festival ini akan hadir selama sebulan, tepatnya mulai tanggal 1 Oktober-6 November 2016. Guna memperkenalkan nama barunya, SIPFest telah mengkurasi sajian seni berkualitas, yakni 14 penampil yang terdiri dari pentas tari, musik dan teater, antara lain She She Pop (Jerman), Eko Supriyanto (Indonesia), The Human Zoo Theatre Company (Inggris), Arica Theatre Company (Jepang). Sebagian besar karya yang akan ditampilkan pun didapuk sebagai dan Tidak hanya pertunjukan, pecinta seni juga bisa mengikuti sebagai bentuk interaksi dengan penampil atau seniman. Selain menikmati aneka seni pertunjukan selama sebulan penuh, di area terbuka juga terdapat karya-karya seni rupa oleh empat perupa, yaitu Nus Salomo di Anjung Salihara. Terdapat pula instalasi karya Made Gede Wiguna Valasara di dekat Teater. Sementara itu Purjito menampilkan patung Abdurrahman Wahid berukuran 1:1 di depan Galeri. Indyra menampilkan gambar mural trimatra yang menyiratkan posisi Komunitas Salihara sebagai tempat merawat gagasan dan pemikiran di samping Serambi. Keterangan lebih lanjut dan pembelian tiket: http://bitly.com/sipfest

26.09.16

Architecture of Cloth

Pada 15 hingga 24 September 2016, Auguste Soesastro membawa karya fashionnya ke Dia. Lo. Gue Artspace sebagai bagian dari pameran Architecture of Cloth yang ia gagas. Di dalamnya, Auguste mengajak pengunjung untuk menengok ke belakang serta melangkah ke depan bersama perspektif yang ia ciptakan.

Column
22.09.16

Momen dalam Fashion

Pada Column kali ini, Febrina Anindita mencoba membahas momen yang awalnya hadir sebagai inspirasi dibalik fashion, kini terbayangi oleh penilaian orang terhadap fashion.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.