28.12.16

Tawa dan Tulisan bersama Soleh Solihun

Soleh Solihun adalah seorang public figure yang tengah menekuni banyak profesi antara lain jurnalis, MC, stand-up comedian, dan aktor. Whiteboard Journal mengunjunginya untuk membahas beragam profesinya, pandangannya terhadap fenomena vlogger, dan harapannya kepada industri film komedi.

27.12.16

2016: The Year of Collaboration

Melihat kembali beberapa proyek yang menjadikan kolaborasi sebagai gairah utama. Dan melihat bagaimana kolaborasi ini menjadi semangat yang menandai kalender kreatif tahun 2016.

23.12.16

Emerging Writers Indonesia untuk UWRF 2017

Pada tahun 2016, Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) diisi dengan jumlah peserta terbesar, yakni mencapai angka 894. Hal ini membuktikan bahwa, banyak penulis-penulis muda Indonesia sudah berani untuk memperlihatkan hasil karyanya ke kancah internasional. Setelah belasan tahun sukses memperkenalkan penulis dan karya sastra terpilih, UWRF kembali bersiap untuk menyeleksi penulis dari Indonesia melalui program Emerging Writers untuk gelarannya di tahun 2017. Adapun kesempatan yang ditawarkan oleh UWRF kepada 15 penulis yang terpilih melalui program ini adalah sebuah kesempatan untuk hadir dan menjadi bagian dari festival. Mereka akan diterbangkan sepenuhnya oleh UWRF dan diangkat karyanya dalam sebuah antologi yang diluncurkan pada tanggal 25-29 Oktober 2017, saat festival berlangsung. Dasar pemilihan karya meliputi sejumlah kriteria, termasuk kuliatas karya, prestasi, konsistensi dalam berkarya serta dedikasi pada pengembangan kesusastraan Indonesia yang di kuratori oleh sejumlah nama penulis senior Tanah Air. Klik di sini untuk info lengkap.

19.12.16

Teknologi untuk Resolusi Akhir Tahun

Perkembangan teknologi telah merambah keseharian tiap orang dengan banyaknya akses yang tersedia dalam sekali klik. Bekerja sama dengan Samsung Galaxy On7 , tulisan ini mengulas mengenai bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi yang tepat untuk resolusi akhir tahun.

17.12.16

Potret Kota Jakarta oleh Vincent Moon

OK. Video - Indonesia Media Arts Festival adalah penyelenggara festival seni media dua tahunan sejak tahun 2003, juga merupakan salah satu divisi dari ruangrupa yang kini tergabung di dalam wadah seni dan budaya Gudang Sarinah Ekosistem sejak tahun 2015. Selain berperan dalam menjalankan sebuah Festival Seni Media dan Festival Video Musik, OK. Video juga melakukan aktivitas seperti membuat lokakarya seni media di kota-kota Indonesia, produksi dan distribusi karya seni media Indonesia, serta mengelola dan penyimpanan bagi karya-karya tersebut Tahun 2016 ini OK. Video merilis subfestival yang berfokus pada karya-karya video musik yang diberi nama Festival MuVi Party. Nama festival ini diambil dari sebuah video musik yang dilakukan oleh ruangrupa di tahun 2002 yang melibatkan seniman, mahasiswa, dan sutradara film di Indonesia untuk menemukan bahasa visual alternatif dalam produksi video musik Indonesia. Menampilkan sekitar 250 video musik di dalam sebuah pameran dan penayangan yang diperoleh dari sistem aplikasi terbuka pada Oktober-November 2016. Festival MuVi Party dihadirkan sebagai upaya untuk melacak, melihat, dan mengukur perkembangan terkini dari karya video musik yang tumbuh beriringan dengan perkembangan musik digital dan teknologi audio-visual di masyarakat. Yang menarik lainnya pada gelaran perdana MuVi Party, setelah 5 tahun, akhirnya pada tahun 2016 ini independen asal Perancis yang dulu diundang untuk berpartisipasi dalam OK. Video Festival 2011, menyelesaikan sebuah proyek tentang kota Jakarta yang dikerjakannya bersama ruangrupa. Setelah proses selama 8 hari di Jakarta, Vincent Moon sempat menetap di Indonesia selama 2 bulan dan mengisinya dengan berkeliling Pulau Jawa, Sulawesi, Bali dan kembali lagi ke Jakarta untuk mencoba menyelesaikan kerja editing dari proyek tersebut. Tidak hanya melibatkan ruangrupa, Vincent Moon juga menggandeng para muda untuk mendiskusikan hasil editing proyeknya yang diberi nama JAKARTA JAKARTA! Potret kota Jakarta yang coba divisualisasikan oleh Vincent lewat filmnya kali ini menampilkan deretan musisi seperti Sore, White Shoes & Couples Company, Morfem, The Trees and The Wild, Senyawa, Marjinal, Zeke Khaseli, Terbujur Kaku, Keroncong Tugu Cafrinho, dan lainnya. Nama-nama ini dirasa bisa mengilustrasikan bagaimana kota Jakarta dengan segala keberagamannya. Pemutaran Perdana JAKARTA JAKARTA! akan ditayangkan di ruang terbuka ala layar tancap Gratis dan Terbuka Untuk Umum. Pemutaran Perdana JAKARTA JAKARTA! Sebuah karya film oleh Vincent Moon Diproduksi oleh Vincent Moon dan ruangrupa MuVi Party 2016 Sabtu, 17 Desember 2016 19:00 Gudang Sarinah Ekosistem Jl. Pancoran Timur 2 No. 4 Jakarta

16.12.16

Menghilangkan Ekspektasi, Menelaah Film di Movie Mystery Club

Setelah lama vakum selama beberapa tahun, Movie Mystery Club hadir kembali di tempat berbeda dari biasanya. Kali ini menggunakan ruang di Ruci’s Joint, pemutaran ini mengajak orang-orang untuk merasakan pengalaman menonton film, tanpa tahu film apa yang akan diputar. Bekerja sama dengan khusus film dari Qubicle, Slate, kali ini seleksi film yang didapat dari kolektif menghadirkan 2 film pendek lokal dan 6 film pendek yang mendapat penghargaan Jury Prize dari Sundance Film Festival 2015. Absurditas dan rasa kemanusiaan menjadi tema yang dapat ditarik dari seleksi film kemarin. Dibuka dengan film pendek dari Slate berjudul “The Hotel’s Water,” atmosfer pemutaran dibuat absurd melalui jalan cerita seorang pembersih kamar di sebuah hotel yang menemukan seorang perempuan terlelap, namun tidak bergerak saat diganggu. Setelah dipertunjukkan aksi tidak biasa dari sang pembersih kamar, penonton dihadapkan dengan penyebab sang perempuan terlelap, yakni air yang disediakan di samping tempat tidur. Tak cukup dengan pembuka yang membuat penonton bingung, deretan film pemenang Jury Prize Sundance Film Festival 2015, “SMILF” hadir dengan daya kejut tidak kalah tinggi. Jika, isu mengenai umur dan perempuan menjadi Anda, film ini memberikan tamparan cukup pedas kepada mereka yang senang menghakimi dan tidak memahami fase hidup yang dialami perempuan. Dengan dialog padat, film karya Frankie Shaw ini memiliki banyak alasan mengapa bisa memenangkan Jury Prize Sundance Film Festival 2015. Dilanjutkan dengan “Obiekt,” narasi atau dialog yang nihil di sini. Fokus pada visualisasi dan yang timbul setelah menontonnya, film dokumenter ini hadir dengan cerita penyelamatan seorang penyelam dengan 2 sudut pandang. Sebagai film debut Paulina Skibinska, penonton diajak untuk memperhatikan emosi dan pesan yang disampaikan dari raut wajah dan situasi yang ditangkap kamera. Setelah dibuat dengan dan cerita film sebelumnya, animasi dari Paul Cabon “Storm Hits Jacket” menampilkan petualangan 2 orang peneliti dan konsep masa depan dibalut warna mencolok. Penonton kemudian diajak mengikuti ritme pemutaran film, ketika “Oh Lucy!” diputar. Menggambarkan isu kultur, Atsuko Hirayanagi memotret hidden desires pada seseorang yang hadir dengan konsekuensi besar. Varian dari Jury Prize dari Sundance Film Festival 2015 pun hadir dari Ukraina dengan “The Face of Ukraine: Casting Oksana Baiul.” Mengangkat sosok idola Oksana Baiul - atlet -, sang sutradara; Kitty Green, menjahit deretan tanpa menambahkan komentar untuk memberikan emosi yang ada dalam ruang Mengangkat premis sederhana, film ini mengeksplorasi perempuan dan perubahan sosial di negara konflik. Film selanjutnya datang dari Don Hertzfeldt yang dikenal berkat animasi “World of Tomorrow” menjadi film dengan durasi terlama pada Movie Mystery Club kali ini. Menghadirkan genre sci-fi, animasi ini menjelaskan keindahan semesta dan kegagalan manusia dalam mengantisipasi perang yang ada di dunia. Absurditas malam itupun ditutup dengan film dari Edwin, “Hulahoop Sounding,” penonton dihadapkan dengan kata-kata vulgar yang mengisi tiap Tidak hanya inti cerita yang unik, simbol dan gestur yang melengkapi film ini menjadi alasan mengapa beberapa orang tersipu malu ketika menontonnya. Dalam rangka menawarkan konsep alternatif akan ritual menonton film, Movie Mystery Club hadir dengan seleksi film unik yang mampu melebihi ekspektasi. Hadir dengan varian genre, Movie Mystery Club akan digelar tiap bulan untuk membawa penonton ke dalam pengalaman yang menyenangkan. Sampai Jumpa di Movie Mystery Club yang akan datang!

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.