Open Column

Column
05.01.17

Letter to David Foster Wallace

Jo Elaine conducts an imaginary conversation with the now deceased literary genius David Foster Wallace to prevent herself from spiraling into mental inertia.

Column
22.12.16

Insya Allah

Di submisi Open Column-nya, Intan Zariska Daniyanti menulis mengenai frase "Insya Allah." Apa asal usul frase ini? Seperti apa pemakaian sehari-harinya? Baca mengenai arti dan pemakaiannya pada artikel ini.

Column
15.12.16

Autentisitas dan Kesederhanaan Melawan Waktu

Dimulai dengan menyantap pizza, Nabilah Basuki menulis mengenai autentisitas dan kesederhanaan makanan asal Itali ini sebelum menjelaskan bagaimana dua karakter tersebut membentuk pola makan dan mempengaruhi kualitas kesehatan penikmatnya. Selamat membaca submisi Open Column ini!

Column
01.12.16

Surga dan Hipokrisi Kita

Di "Surga dan Hipokrisi Kita," Muhammad Hilmi merenungkan retorika agamis yang sering dipakai kali sebagai alat menggerakan massa. Berlabuh pada pemahamannya mengenai ajaran Islam dan pengalaman pribadi, Hilmi memberi kritik pemakaian agama dalam mengesahkan pesan-pesan dan gerakan intoleran.

Column
24.11.16

Bahas Bahasa

Tiada habisnya jika bicara bahasa, terutama Bahasa Indonesia yang terus berkembang dan merespon waktu. Berangkat dari isu spesifik, yakni estetika dan makna dalam kata tertulis, Febrina Anindita membahas fenomena dalam bahasa untuk mengerti tren penyampaian pesan yang kini marak digunakan.

Column
11.11.16

Letter to Haruki Murakami

In this essay, Jo Elaine conducts an imaginary conversation with celebrated Japanese author, Haruki Murakami to illustrate the personal relevance of literature on ordinary, everyday lives.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.