Dalam persuaan kali ini, kami mengajak Program Director JAFF, Alexander Matius (atau kerap dipanggil Mamat), untuk bicara tentang politik di balik censorship dan klasifikasi usia dalam film-film Asia Tenggara, pilar keberlanjutan sebuah festival, sampai The Human Centipede (2009).
In this Open Column submission, Devi Putri Ramadhani contrasts the monochromatic storytelling direction of Jatuh Cinta Seperti di Film-Film to the looming danger in our lives, that is rampant pollution brought about by the coal-fired power plants, further fanned by domestic banks.
Dalam submisi Open Column ini, Raffyanda Indrajaya mengingat bagaimana lagu-lagu Tigapagi mampu merangkum memori personalnya kala jauh dari rumah, sampai korban persekusi yang dibuat jauh dari rumah masing-masing—sejarah yang dirawat dalam Roekmana’s Repertoire dan Rukiah’s Suites.
Dalam submisi Open Column ini, Retno Setiyowati memperlihatkan bagaimana kita berada di era yang mana 'kelelahan simpati' menjadi alat yang dieksploitasi oleh negara terhadap rakyatnya.
In this Open Column submission, Amira Khanifah lets out a critical reassessment on how several empowering vocabs might actually be wrongly utilized to serve patriarchal agendas instead.